Our Interfaith Wedding

Karena banyaknya yang nanya – nanya bagaimana jadinya cara saya bisa nikah beda agama dengan suami, ya sudah saya coba jelaskan di post ini. Mohon maklum kalau uda agak basi karena umur pernikahan kami udah mau masuk tahun ke3 :p

Saya cerita dari kondisi saya. Saya beragama Katolik, sedangkan suami beragama Islam. Nah mungkin sudah pada tahu ya kalau Indonesia ini adalah satu-satunya negara di dunia yang mewajibkan pasangan menikah secara agama terlebih dahulu baru kemudian bisa dicatatkan secara sipil. It is a really absurd regulation tapi yah begitulah keadaannya.

Nah jadi intinya di sini harus bisa menikah secara resmi menurut satu agama, di mana kemudian kita akan dapat surat yang menyatakan bahwa sudah ada pernikahan terjadi berdasarkan agama xxxx…

Kasus saya bisa dibilang lebih mudah karena agama saya, Katolik, mengijinkan adanya pernikahan beda agama setelah melalui proses dispensasi. Pernikahan tetap harus dilakukan di gereja Katolik karena nanti yang akan mengeluarkan surat alpernikahan agama adalah agama Katolik.

Bagaimana caranya supaya bisa dapat dispensasi? Tidak terlalu rumit prosedurnya. Bisa konsultasi atau tanya – tanya ke paroki masing – masing. Gereja Katolik sudah biasa memberikan proses dispensasi dan jumlah pasangan yang menikah beda agama juga sudah banyak.

Salah satu syarat supaya bisa mendapat dispensasi adalah kesediaan dari calon pasangan untuk mendidik anak yang akan lahir nantinya secara Katolik. Ini mungkin bisa jadi kendala apabila pasanganmu kekeuh ingin anak supaya ikut agama dia.

Bagaimana dengan agama lain? Nah yang lebih rumit adalah jika tidak ada yang beragama Katolik dalam pernikahan beda agama karena selain Katolik tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya menikah beda agama.

Di sinilah yayasan Indonesia Bahagia dapat membantu. Saya pernah tanya-tanya untuk yang agama Islam karena agama suami saya adalah Islam. Jadi oleh yayasan ini mereka akan menyediakan penghulu yang bersedia menikahkan beda agama. Surat nikah akan dikeluarkan secara Islam yang kemudian dapat dicatatkan secara sipil.

Kira-kira seperti itu yang dapat saya bagikan. Kalau saya sendiri sebetulnya tanpa yayasan tersebut tetap bisa menikah secara agama saya, namun suami ingin menikah di hadapan penghulu juga supaya lebih afdol daripada hanya menikah di gereja. 😀

Moga-moga informasi ini membantu teman-teman yang mengalami masalah serupa dengan kami. Good luck! 🙂

Advertisements

First Step

Karena ijin buat nikah dari kedua belah pihak keluarga uda di tangan, jadi sekarang mulailah cari – cari tahu gimana caranya nikah.

Mau nikah doank kok ribet.. Ya ribet lah… Secara di Indonesia ini masih ga jelas hukumnya untuk menikah beda agama. Dan hanya di Indonesia pulalah yang namanya catatan sipil baru bisa dilakukan setelah pernikahan dilakukan secara agama tertentu. Duh, tambah rempong kan.

Setelah mencari cari di mbah gugel tentang pernikahan beda agama, akhirnya ketemu satu nama, Pak Asnawi Ihsan. Beliau ini dari Yayasan Indonesia Bahagia , dan sudah biasa membantu pasangan beda agama yang ingin melangsungkan pernikahan di Indonesia. Jadi ga usah jauh – jauh ke luar negeri cyiinnn :-D. Continue reading