Visa China

Baru – baru ini kebetulan ada tugas kantor ke China dan waktunya cukup mepet antara konfirmasi akan berangkat dengan tanggal perginya.
Begitu dapat konfirmasi langsung gedubrag gedubrug urus visa China.
Karena ini untuk keperluan kantor maka jenis visa yang akan dibuat adalah business visa.

Dan ternyata persyaratan untuk membuat visa China bisnis ini sangat mudah.

Yang diperlukan:
1. Formulir aplikasi yang dapat didownload di sini. Setelah didownload diisi yah tentunya.
2. Pas foto ukuran 4.8cm x 3.3 cm sebanyak 2 lembar, background putih. Kalau ke studio foto tinggal bilang aja untuk visa China. Harusnya mereka sudah tahu ukurannya berapa.
3. Paspor asli
4. Fotokopi paspor halaman depan dan belakang
5. Invitation letter dari pihak yang mengundang

And that’s it. Sampai saya mengecek 2 kali ke embassy untuk memastikan apa betul hanya itu saja dokumen yang dibutuhkan.
Kalau menurut mereka untuk visa bisnis memang hanya itu saja persyaratannya.
Tidak perlu dokumen standard lain yang biasanya dibutuhkan dalam pembuatan visa negara lain seperti bookingan tiket, hotel, bank statement company, dll.

Dan untuk waktunya ada 2 tipe, tipe biasa dan tipe express. Untuk yang biasa visa akan jadi dalam waktu 5 hari kerja. Sedangkan tipe express memakan waktu 3 hari kerja. Karena saya butuh cepat maka saya ambil yang tipe express, dengan biaya sebesar IDR 900.000. Pembayaran visa dilakukan setelah visa jadi, pada saat pengambilan. Jadi bukan saat penyerahan dokumen.

Untuk penyerahan dokumen dapat diwakilkan, dan tidak perlu surat kuasa. Oleh pihak embassy disarankan untuk membuat janji secara online untuk penyerahan dokumen.
Namun karena saat itu waktunya sudah mepet jadwal yang tersedia di web mereka tidak ada yang cocok. Akhirnya langsung datang saja tanpa appointment dan ternyata bisa.

Dokumen saya masuk hari Selasa sebelum jam 3 sore, dan Kamis siang visa sudah jadi. Beneran 3 hari kerja berarti 😀

Advertisements

Our Interfaith Wedding

Karena banyaknya yang nanya – nanya bagaimana jadinya cara saya bisa nikah beda agama dengan suami, ya sudah saya coba jelaskan di post ini. Mohon maklum kalau uda agak basi karena umur pernikahan kami udah mau masuk tahun ke3 :p

Saya cerita dari kondisi saya. Saya beragama Katolik, sedangkan suami beragama Islam. Nah mungkin sudah pada tahu ya kalau Indonesia ini adalah satu-satunya negara di dunia yang mewajibkan pasangan menikah secara agama terlebih dahulu baru kemudian bisa dicatatkan secara sipil. It is a really absurd regulation tapi yah begitulah keadaannya.

Nah jadi intinya di sini harus bisa menikah secara resmi menurut satu agama, di mana kemudian kita akan dapat surat yang menyatakan bahwa sudah ada pernikahan terjadi berdasarkan agama xxxx…

Kasus saya bisa dibilang lebih mudah karena agama saya, Katolik, mengijinkan adanya pernikahan beda agama setelah melalui proses dispensasi. Pernikahan tetap harus dilakukan di gereja Katolik karena nanti yang akan mengeluarkan surat alpernikahan agama adalah agama Katolik.

Bagaimana caranya supaya bisa dapat dispensasi? Tidak terlalu rumit prosedurnya. Bisa konsultasi atau tanya – tanya ke paroki masing – masing. Gereja Katolik sudah biasa memberikan proses dispensasi dan jumlah pasangan yang menikah beda agama juga sudah banyak.

Salah satu syarat supaya bisa mendapat dispensasi adalah kesediaan dari calon pasangan untuk mendidik anak yang akan lahir nantinya secara Katolik. Ini mungkin bisa jadi kendala apabila pasanganmu kekeuh ingin anak supaya ikut agama dia.

Bagaimana dengan agama lain? Nah yang lebih rumit adalah jika tidak ada yang beragama Katolik dalam pernikahan beda agama karena selain Katolik tidak ada agama yang memperbolehkan umatnya menikah beda agama.

Di sinilah yayasan Indonesia Bahagia dapat membantu. Saya pernah tanya-tanya untuk yang agama Islam karena agama suami saya adalah Islam. Jadi oleh yayasan ini mereka akan menyediakan penghulu yang bersedia menikahkan beda agama. Surat nikah akan dikeluarkan secara Islam yang kemudian dapat dicatatkan secara sipil.

Kira-kira seperti itu yang dapat saya bagikan. Kalau saya sendiri sebetulnya tanpa yayasan tersebut tetap bisa menikah secara agama saya, namun suami ingin menikah di hadapan penghulu juga supaya lebih afdol daripada hanya menikah di gereja. 😀

Moga-moga informasi ini membantu teman-teman yang mengalami masalah serupa dengan kami. Good luck! 🙂

Bangkok Trip

Mumpung masih gres kinyis – kinyis, mau cerita sedikit soal trip ke Bangkok pas lebaran kemarin.
Sebelumnya sih ga ada rencana mau ke mana – mana pas Lebaran, cuma kok ternyata tahun ini liburnya lama amat yak..
Kantor juga seminggu diliburin… Berasa ada yang kurang kalau libur lama gitu tapi ga ke mana – mana…

Jadi ya sudahlah, 2 minggu sebelum Lebaran kita cari – cari tiket, dan ternyata ke Bangkok ga terlalu mahal pas Lebaran. Naik Air Asia, 1 orang sekitar 3jutaan. Memang sih cuma 3 hari, tapi memang kita niatnya cuma mau kulineran aja and nothing specific to see / visit, jadi dirasa 3 hari saja cukup.

Berangkat dari Terminal 2E, sempet mau masuk lounge.. Biasa nyari gratisan.. Tapi ternyata kartu kredit saya sudah ga ada yang bisa dipakai buat masuk lounge.. Cape deh… Punya pak suami sih ada, tapi cuma bisa buat 1 orang. Ya sutralah akhirnya ga jadi. Kita makan aja di Old Town Coffee..

Sebenarnya tujuan utama nulis postingan ini tuh saya mau komplen. Kita terbang naik Air Asia, jadi mendaratnya di Bangkok itu di Don Mueang Airport. Sebelumnya kita pernah mampir sebentar dan jalan – jalan di Bangkok waktu ada layover yang cukup lama, dan itu melalui Suvarnabhumi Airport. Dan kita suka banget sama si Suvarnabhumi Airport ini karena besaaarr, banyak toko – toko dan tempat makan, dan proses imigrasinya cukup lancar.

Nah pas yang kemarin ini beda banget deh… Don Mueang Airport itu lebih kecil dan lebih jadul… Itunya sih ga masalah sih ya.. Tapi yang bener – bener bikin kesel itu antrian imigrasinya yang duileh panjangnya uda kayak antrian sembako…
Kita tuh antri 2 jam saja loh saudara – saudara… Diitung – itung petugas yang standby itu cuma 12 orang. Dan yang mau keluar imigrasi rasanya sih ratusan orang. Bener – bener semrawut.. Dan garis antrian pun ga jelas karena saking penuhnya orang. Jadi orang bisa antri di 3 baris tapi ternyata di ujung loketnya cuma ada 1 orang petugas.. Hadeuhh… Asli bikin esmosi dan lelah hayati…

Saya ga tau sih ya apakah kondisi seperti ini selalu terjadi di airport itu, atau memang pas saya kemarin itu kondisinya beberapa pesawat landingnya berbarengan sehingga numpuk antrian di imigrasinya… Cuma beneran deh, pengalaman kemarin itu the worst immigration ever.. Bahkan imigrasi di Jakarta masih jauhh lebih cepat. Dan biasalah, tipe saya ini kan ga sabaran dan paling sebal disuruh nunggu… Seperti biasa yang jadi sasaran ya pak suami tersayang hihihi… Untung si bapak emang uda tau watak saya jadi dengan super sabar dia ngadepin saya :p

Setelah 2 jam akhir lolos juga. Begitu keluar saya beli SIM card lokal dulu. Banyak kok pilihannya setelah keluar dari area bagasi. Saya pilih yang 199 baht (sekitar 80ribu rupiah), dapat paket data 1.5 GB selama 7 hari. Ada pilihannya yang lebih mahal tapi termasuk telpon lokal juga. Karena saya butuhnya hanya internet makanya ambil yang paling murah aja deh 😀
Saya sarankan untuk beli SIM card lokal saja karena jauh lebih murah jika dibandingkan roaming pakai provider Indonesia. Pak Suami yang males gonta – ganti SIM card milih roaming Telkomsel aja, dan dia harus bayar 275 ribu untuk 3 hari. Plus kuota yang didapat hanya 750 MB saja. Jadi jauh lebih murah dan untung jika beli SIM card lokal. Prosesnya pun mudah. Tinggal ke counter, pilih paket data dan nanti settingannya pun dikerjakan sama mereka.

Beres urus SIM card lanjut nyari taksi. Begitu sampai ke tempat taksi ya olohh.. Itu antriannya juga uda nguler ke mana – mana… Duh makjan… Masa mesti antri lagi berjam – jam?
Pak Suami saya suruh antri sementara saya coba cek – cek rute bus. Dan ternyata menuju ke hotel bisa pakai bus + kereta. Memang agak rempong dibanding naik taksi yang tinggal duduk manis trus sampai. Cuma daripada saya jadi gila gara – gara kelamaan antri mending naik bus saja deh.

Setelah lewat urusan yang bikin lelah itu no more complaint sih… Rute kita selama di sana itu hanya klutekan di daerah Siam saja. Memang sengaja pilih hotel di daerah situ dengan pertimbangan gampang kalau mau ke mana – mana karena dekat dengan stasium kereta. Dan ternyata memang kita hanya mainnya di daerah Siam saja. Mall hoping lah istilah kerennya hihihi… Ada Siam Center, Siam Paragon, Siam Square, Siam Discovery, MBK Center, dan jalan jauhan dikit ada Central World.

Overall kita cukup puas sama trip ke Bangkok ini. Walopun awalnya ga mengenakan tapi sisa tripnya ga mengecewakan kok. Kulinernya juga puas karena enak – enak dan murah – murahh.. Ke depannya sih mau balik lagi, karena mau nyoba kuliner di tempat yang beda 😀

Balada Tokopedia dan Gojek

Lebaran hampir tiba… Dan di suasana yang uda berasa liburan banget ini akhirnya dapat pengalaman yang kurang mengenakkan dengan platform belanja online yang namanya Tokopedia.

Saya pengguna Tokopedia uda dari lama, baik sebagai customer maupun seller. Dan sebelum ini belum pernah ada pengalaman yang jelek. Memang bener yah pepatah yang bilang “Never Say Never”. Akhirnya dapat juga kan itu pengalaman.

Pengalaman ini dengan posisi saya sebagai customer. Saya ada pesan barang kemarin, dan opsi pengiriman saya pilih menggunakan Gojek dengan pertimbangan supaya barang bisa langsung tiba hari itu juga. Alamat yang saya masukkan adalah alamat kantor karena rumah selalu kosong (saya dan suami sama – sama kerja kantoran).

Setelah melakukan pembayaran, seller kira – kira jam 12 siang sudah rikues untuk pick up Gojek. Ditunggu – tunggu sampai jam 4 sore tidak ada driver yang datang. Dan setelah dicek tracking, ternyata selama 4 jam itu sudah 3x enroute (ganti driver).

Mulai panik donk, karena kantor mentok juga jam 6 sore uda tutup, jadi ga ada yang bisa terima barang. Saya coba cari – cari call center Tokopedia, tapi ternyata ga ada yah. Selama ini memang belum pernah ada masalah jadi ga pernah ngeh kalau ternyata mereka tidak punya call center. Semua masalah harus disampaikan lewat aplikasi yang di mana sangat sangat tidak membantu apalagi di saat benar – benar perlu.

Untungnya seller yang ini sangat membantu sekali. Setelah bolak balik bertukar pesan, akhirnya seller bersedia mencoba menghubungi gojeknya untuk dicancel pick up hari itu dan diganti keesokan harinya. Dan ternyata bisa…

Hari ini jam 10 pagi seller sudah buka rikues ke Gojek untuk dipick up lagi. Dan yang menyusahkan lagi alamat pengiriman tidak dapat diganti. Jadi kalau sampai sore ga ada yang pick up kejadian kemarin bakal keulang lagi deh.

Dan ternyata suami juga mengalami hal yang sama. Kali ini dia dengan posisi sebagai seller. Sudah berjam – jam rikues pick up tapi tidak ada driver yang pick up.

Saya sempat gugel waktu mencari call center Tokopedia, ternyata memang sengaja ditiadakan. Ini sih menurut saya parah ya, apalagi untuk ukuran platform sebesar Tokopedia yang iklannya juga gencar. Kalah jika dibandingkan platform lain yang di mana customer servicenya sangat cepat responnya.

Moga – moga drama perpaketan ini cepat berlalu deh jadi saya bisa liburan dengan tenang..

Happy New Year 2015

*bersih – bersih debu*

Akhirnya ada postingan lagi setelah postingan terakhir di tahun 2013.

Gile, 2013 bok.. Ke mana ajeeee?

Yah, too many things happened sejak postingan terakhir sampai sekarang.

Good things, bad things, unexpected things, things that made you wonder, and so many other things..

Well anyway, salah satu resolusi di 2015 ini adalah mulai nulis – nulis lagi di sini..

Kita liat saja bisa bertahan atau tidak resolusinya… 😀

Cape Deh…

Jadi ceritanya, out of nowhere, temen lama gw (probably dari SD / SMP) ngirim msg ke gw di FB.

Gw emang jarang komunikasi ama ini orang. Seinget gw dulupun pas 1 sekolah juga jarang ngobrol karena memang ga pernah sekelas.

Makanya gw agak – agak takjub pas terima msg dia. Di msg dia nanya apa kabar gw, dan minta no hp.

Dengan tidak ada curigation apapun, gw kasihlah no hp gw. Tapi gw bilang whatsapp aja klo mau ngobrol.

Awal – awal sih basa basi biasa. You know, nanya kabar gimana, tinggal di mana sekarang, uda merit blum, dan sejenisnya.

Begitu sampe masalah kerjaan, dia tanya gw gawe di kantoran ato bisnis sendiri. Gw jawab klo sampai sekarang gw masih kerja sama orang, dan memang gw pengen punya bisnis sendiri someday, cuma jalan itu rasanya masih jauh.

Langsung ditimpalin sama dese klo dia lagi nyari partner bisnis untuk bisnisnya dia. Gw tanya donk bisnis apaan.

Dia bilang bisnis video komunikasi. Gw ga mudeng yang dimaksud itu bisnis apaan. Begitu gw tanya maksudnya dia bisnis kayak apa (which I regret), eh dia malah ngajak ketemuan karena katanya minggu ini dia ada meeting. Jadi supaya gw bisa liat sendiri kayak apa.

Dari sini gw uda mulai curiga. Begitu dia tanya gw bisa ga ketemuan minggu ini, gw bilang aja ga bisa karena uda ada acara (which is true btw). Dan langsung ditembak sama dese, ” kalo gitu minggu depan bisa ya.”

Weitss… langsung ga enak feeling gw. Kok jadi agak maksa gitu ya.. Tapi tetep, gw bilang blum tentu bisa karena kerjaan lagi overload banget. Trus dia bilang minta email gw, nanti gw dikasi link untuk liat live broadcasting bisnisnya dia di hari dan jam tertentu. Jadi ga usah ketemuan juga gapapa. mmm.. oke deh… Karena gw lagi sibuk juga, gw cuekin aja tuh msgnya.

Trus dia nyebut nama partnernya dia, yang katanya ngajakin dia pertama kali bisnis ini. Sebut saja si A.

Gw iseng donk tanya ke mbah gugel, si A ini kira – kira sapa… Jreng jreng jreng…. Ternyata si A ini adalah salah satu leader bisnis MLM dan posisinya cukup tinggi sepertinya. Memang produk yang dijual bukan obat dan sejenisnya. Tapi tetep aja.. MLM is MLM.. No matter what the product is..

Abis itu gw bales msg temen gw. Gw bilang klo bisnisnya dia sejenis MLM atau yang harus cari downline gitu gw ga tertarik ikutan. Eh, dese marah donk… Dia bilang ga level lah dia jualan begituan.. Yang dijual adalah video komunikasi, bukan obat… emmm… sami mawon lah mas..

Akhirnya gw bilang aja klo gw ga tertarik karena memang ini bukan bidang minat gw. Dia malah nyinyir dengan bilang kalo gw bisa nemu bisnis dengan modal di bawah 20 juta tapi hasilnya milyaran kabari dia.

Baiklah kakak… 😆

Gw ga bilang kalo bisnis MLM itu ga bagus. Gw kenal beberapa temen gw yang cukup sukses menjalankan bisnis itu kok.

Tapi kalo untuk gw pribadi, gw ngerasa ga cocok sama tipe bisnis MLM. Dan menurut gw wajar donk ya kalo gw ngerasa ga cocok. Namanya juga personal preference, ga bisa dipaksain.

Sebenernya yang ngeganggu itu kan caranya “membujuk” untuk ikutan MLM. Kayak temen gw ini deh. Begitu gw bilang ga tertarik, doi langsung ngilang entah ke mana. Padahal dulunya gw pikir bisa silahturahmi ama temen lama. Cuma ya sutralah.. Mungkin memang dese lagi ada deadline, jadi ga punya waktu untuk ngeladenin obrol – obrol ga jelas. 😀

 

Inspiring Story

Pagi ini gw baca artikel yang sangat menyentuh hati.. *caelah.. bahasanya bok…*

Tentang apa sih? Monggo dibaca di sini (part 1) dan sini (part 2).

Salut sama pendiri dari KKI. Walopun masih muda, tapi dia berani melakukan sesuatu yang besar di mana ga semua orang berani untuk melakukan itu.

Gw ampe merinding pas baca artikelnya. What an inspiring story.

Please help to share the information and probably some financial donation will be great.

To learn more, you can check their official website.