Trying to Conceive – Part 5

Akhirnya Kamis kemarin proses inseminasi dilakukan. Jam 6 pagi pak suami disuruh datang ke RS. Omni untuk setor sperma. Sedangkan saya disuruh datang jam 9.
Tiba di sana jam 9 kurang, ternyata hasil lab suami belum selesai. Dan memang biasanya hasil lab baru selesai sekitar jam 10. Cuma pasien disuruh datang dari jam 9 untuk stand by. Okelah jadi kita duduk manis nunggu dipanggil.
Sengaja memang cuti hari ini dan besok supaya lebih fokus sama proses inseminasi ini.

Setelah menunggu, akhirnya sekitar jam 10.15 dipanggil masuk ke ruangan oleh suster.
Pak suami ga boleh ikutan, nanti setelah proses insemnya selesai baru boleh masuk.
Oleh suster dibilang pipis dulu lagi aja daripada nanti kebelet pas lagi proses.

Habis pipis tidur terlentanglah saya di dengan kaki mengangkang (jangan dibayangin yah posisinya hehe..). Nunggu dr. Caroline datang ke ruangan, barangkali ada nunggu sekitar 15 menit. Sampai sempat ketiduran.

Begitu dr. Caroline datang langsung deg-degan. Sambil baca – baca doa aja deh.. Setelah bu dokter masukkin alat yang buat memperbesar lubang yang di bawah, beliau langsung bilang ini ada keputihan. Karena itu jamur, bisa membuat sperma mati. Jadi sebelum proses insemnya mulai dibersihkan dulu jamur – jamur yang ada. Rasanya gimana? Duh jangan ditanya deh.. Ngilu ga keruan.. Kayak dikerok – kerok gitu rasanya 😦 Berkali – kali saya sampe mengaduh – aduh, dan dr. Caroline dengan sabarnya bilang tahan yaa.. biar bersih jamurnya..

Setelah beres, proses insem dimulai. Pas dimasukkin selangnya, sempat berasa disodok – sodok beberapa kali, dan si bu dokter bilang katanya mulut rahim saya termasuk sempit. Jadi ga bisa langsung mulus langsung masuk. Setelah beberapa menit berasa mules – mules dan ga nyaman, akhirnya beres juga prosesnya. Pheewww….
Proses selanjutnya adalah diam selama 1 jam dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.
Di proses ini pak suami boleh masuk, jadi ga mati gaya selama nunggu.

Saya sempat tanya sama dr. Caroline apakah perlu bed rest setelah inseminasi. Menurut beliau bed restnya cukup yang 1 jam setelah proses inseminasi selesai itu. Setelahnya bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi karena saya udah ambil cuti 2 hari jadi yaa besokannya istirahat aja di rumah.

Biaya yang harus dibayarkan hari itu adalah sebesar 4.192.995 rupiah dengan rincian sbb:
– Administrasi rawat jalan 40.000
– Paket inseminasi dr. Caroline 3.300.000
– Obat jamur 852.995

Kalau dihitung – hitung sudah lebih dari 15 juta biaya yang kami keluarkan selama proses dengan dr. Caroline. #tetapberharapadapohonduit
Jumlah yang cukup bikin kantong tipis setipistipisnya.. 😀

Dan sekarang waktu yang paling ga enak, yaitu menunggu 2 minggu lewat.
Dalam 2 minggu harusnya jadwal mens saya, semoga telat ya Tuhannn… #harapharapcemas

Advertisements

2 thoughts on “Trying to Conceive – Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s