Trying to Conceive – part 3

Akhirnya setelah selesai libur Lebaran kita balik lagi ke dr. Caroline dengan membawa hasil lab dari Klinik Pramita Matraman.

Menurut dokternya hasilnya semua normal. Well, mungkin ada sedikit perlengketan di saluran kiri saya. Kalau istilah dia sih, saluran kiri dan kanan paten (tidak ada penyumbatan), tapi yang kiri ada sedikit hambatan.

Hasil suami juga oke, dan diwanti – wanti sama dr. Caroline untuk ga merokok dan menjauhi asap rokok. Nah loh, udah dibilangin dari dulu kan supaya berhenti merokok tapi tetep aja bandel. Moga – moga kali ini pak suami sadar diri deh dan mau berhenti πŸ˜€

Setelah cek semua hasil, dr. Caroline tanya mau coba cara alami dulu selama 3 bulan atau tidak.
Dan kami berdua langsung mantap menjawab mau langsung inseminasi saja. Pertimbangannya sih simply faktor U (umur yak, bukan uang hihihi…)
Selama ini kami sudah mencoba alami tapi belum berhasil. Jadi ya sudahlah langsung hajar bleh.. Toh niatnya dari awal ke dr. Caroline memang mau inseminasi.

Kemudian dr. Caroline meresepkan beberapa obat yang harus diminum dan disuntik sebelum inseminasi dilakukan.
Ada 3 obat: Genoclom, Gonal dan Ovidrel. Genoclom bisa dibeli di apotek RS. Omni. Tapi untuk yang Gonal dan Ovidrel oleh dr.Caroline dirujuk untuk beli langsung di sales pabriknya. Kedua produk ini keluaran Merck Serono, sedangkan Genoclom diproduksi oleh PT. LAPI Laboratories.

Fungsi Genoclom adalah untuk merangsang hormon supaya sel telur yang dihasilkan banyak jumlahnya. Genoclom ini diminum mulai dari hari ke3 setelah mens keluar. Dosisnya sehari 2x, dan diminum selama 5 hari.
Kalau Gonal ini fungsinya merangsang sel telur supaya gendut – gendut πŸ˜€ πŸ˜€
Gonal ini harus disuntik di bawah perut setelah Genoclom habis. Sehari 1x dan di jam yang sama tiap harinya selama 3 hari.
Ovidrel berfungsi untuk melepaskan sel telur yang sudah matang. Ini baru bisa dipakai setelah ada instruksi dari dr. Caroline.

Harga Genoclom tidak terlalu mahal, sekitar 110 ribu rupiah.
Yang lumayan mencekik leher itu yang Gonal, harganya 2.350.000 rupiah. Dan Ovidrel harganya 695.000 rupiah.
Pheww.. andaikan ada pohon duit yah… πŸ˜€

Hari ke 11 setelah mens pertama saya disuruh balik ke dr. Caroline untuk diUSG kondisi sel telurnya. Kalau oke, maka si Ovidrel bisa dipakai, dan hari ke 13nya inseminasi akan dilakukan.

Kelanjutannya akan ditulis di post selanjutnya ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s