Tilang Menilang

Beberapa waktu lalu sempat dapet BBM broadcast atau facebook tag dari orang – orang mengenai tilang menilang di Jakarta (ga tau deh Jakarta doank atau kota lain ya).

Di broadcast itu dibilang kalau ditilang mintalah slip biru karena berarti anda tidak salah. Nanti cuma harus bayar 50 ribu, dan itu resmi masuk ke negara. Gw lupa isi persisnya gimana, tapi intinya seperti itu.

Nah, pas kejadian gw kena tilang, gw ikutin donk anjuran yang pernah diterima. Waktu itu gw kena tilang di depan salah satu mal di Jakarta Barat. Alesan pak polisinya nilang gw itu katanya gw jalan lurus padahal lajur yang gw pake itu untuk belok ke kanan. Which is sesuatu yang dibuat – buat kalo gw bilang (kejadian mendekati saat libur lebaran, jadi mungkin pak polisinya kejar setoran :-D). Kenapa gw bilang dibuat – buat? Buktinya gw sering liat mobil – mobil yang melakukan hal yang sama tapi ga ditilang, walopun pak polisinya berdiri dengan manisnya di jalan itu… sigh….

Eniwei, pas ditilang, dia tanya mau damai ga. Gw bilang minta slip biru aja, soalnya lagi buru – buru. Pak polisinya kaget begitu gw bilang minta slip biru. Masih ditawarin mau damai aja ga atau mau dibantuin urus ga. Gw dengan keukeuh tetep minta slip biru.

Ya udah, akhirnya dikasih tuh slip biru. Dan denda yang ditulis adalah RP 250.000,-. Denda harus dibayarkan di Bank BRI yang ditunjuk. Karena lokasi tilang gw di Jak Bar, maka gw mesti bayar denda di Bank BRI jalan Kopi. Oh iya, sama dikasih pilihan yang ditahan mau STNK atau SIM. Gw pilih STNK saat itu.

Nah, sampe sini gw mulai bingung. kok gede amat ditulisnya tu denda. katanya cuma 50.000. ya udah gw terima slipnya trus tancap gas.

Abis itu gw coba browsing – browsing lagi. Ada yang bilang katanya denda tetap dibayarkan saja ke bank. Setelah itu bukti bayarnya dikembalikan ke polisi yang nilang kita. Atau kalau susah, dikembalikan ke pos polisi terdekat dengan posisi kita ditilang. STNK / SIM yang ditahan akan dikembalikan ke kita.
Setelah itu, di slip kan tercantum tanggal sidang di pengadilan negeri terdekat. Nah, kalau ga mau ikut sidang, bisa diwakilkan, dan datangnya 1 hari setelah sidang. Jadi tinggal datang ke loket, dan di loket bisa minta hasil sidang. Nah hasil sidangnya akan mencantumkan jumlah yang seharusnya dibayar, dan kelebihan yang sudah dibayarkan ke BRI akan dikembalikan.

Sounds promising right? Jadi ya sudah gw lakukan aja seperti itu. Bayar ke BRI 250.000, kasi tanda bukti ke pak polisi, dapet STNK balik. 1 hari setelah sidang gw minta tolong kurir kantor untuk ke pengadilan Jakarta Barat (di daerah Slipi) untuk minta hasil sidang.

Apakah hasilnya seperti skenario di atas? TETOOTTTT…..

Pas kurir kantor gw uda di pengadilan, dia nelpon gw. Katanya karena gw minta slip biru dan sudah bayar ke BRI, berarti dianggap case closed. Ga ada yang disidangkan dan dengan kata lain duit tidak akan kembali.
WHAAATTTTT? 250.000 kan banyak boookkk ! Gw yang ga rela langsung minta tolong kurir gw ngoper telponnya ke petugas di pengadilan.

Ternyata sodara – sodara, semua berita yang dibroadcast dan di internet tidaklah benar adanya. Dengan ini gw mau meluruskan beberapa hal:

1. Dengan meminta slip biru, berarti kita MENGAKUI bahwa kita melanggar aturan lalu lintas dan polisi berhak untuk memberikan denda MAKSIMAL. :-(. Dalam kasus gw, pelanggaran marka jalan denda maksimal adalah Rp 250.000,- Jadi bohong tuh berita yang menginfokan bahwa kalau ditilang minta slip biru. Percayalah nasib anda akan berakhir ngenes seperti gw.. hixx…

2. Apabila kita merasa benar dan tidak mau mengakui salah, kita harusnya minta slip MERAH. Dengan meminta slip merah, maka kita tidak akan didenda maksimal. Denda akan sesuai dengan hasil keputusan persidangan. Dan biasanya akan jauhhh di bawah denda maksimal. Namun resiko meminta slip merah ini adalah SIM/STNK kita akan ditahan sampai kita menebus denda di loket pengadilan. Dan biasanya jadwal sidang bisa memakan waktu sampai 1 bulan setelah kita ditilang. Jadi harus dipikirkan baik – baik kira – kira mana yang akan kita berikan ke polisi untuk ditahan

3. Selama pak polisi masih ngajak damai, udah deh damai aja biar cepet dan ga repot.

Kemarin itu gw niatnya mau melewati jalur yang resmi kalau ditilang. Tapi ternyata masih blibet ya birokrasi kita. Ga ada informasi yang jelas. Harus cari – cari sendiri di internet dan salah pula informasinya 😦

Semoga ini bisa membantu teman – teman yang bingung harus milih slip biru atau merah.

Advertisements

2 thoughts on “Tilang Menilang

  1. iya kalo bisa damai mah damai aja dah. lebih murah dan lebih cepet. 😛
    kakak gua pernah tuh minta sidang. yang ada gimana… tambah ribet! ke sidangnya pun gak gampang. akhirnya malah bayar calo buat biar sidangnya lebih cepet. jatohnya sama aja kan? lebih mahal malah. coba kalo damai ama polisinya, langsung beres saat itu juga kan? 😛

    emang sih gak bener pake damai2… tapi ya gimana lagi… huahahaha

    • iya bener… gw waktu itu entah kenapa lagi males banget damai sama pakpol… empet soalnya berasa ga salah..
      but lesson learned. ga usah sok sokan ikut prosedur deh.. damai aja.. cepat dan murah.. hahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s